DWI SATRIO
selamat membaca
Kamis, 13 September 2012
kenapa bisa dapet nilai "E"
Asli bingung se-bingung-bingungnya gw setelah kuliah 4 tahun baru kali ini dapet nilai 'E' dan gk abis pikir kenapa bisa dapet 'E' padahal itu dosen woles abis di dalem kelas katanya "Bagi saya absen itu gk penting, yang penting bisa ujiannya bla-bla-bla" segala macem tapi akhirnya apa coba gw di kasih nilai 'E'. Gw harus bertindak dong! nah gw sms tuh dosen "bu kenapa bisa saya dapet nilai 'E' padahal saya ikut UTS dan UAS" trus doi dosen bales enteng bener balesnya katanya "ya sudah saya cek dan nilai kamu nilai UTS kamu kurang" trus gw bales "trus UAS saya bu?" doi bales lagi "kalau UAS tanya ke bagian (akademik), ikut UTS dan UAS gk ngejamin buat bisa lulus" ya emang bener kan gw juga ngerti kali cuma di dalem hati aja gw gerutu akhirnya gw melas-melas tuh gw bales lagi tu sms "bu tolong bantu saya apakah ada cara suapaya saya gk dapet nilai 'E' trus doi dosen gw itu bales dalem bgt bgini "saya hanya bisa bantu di dalam kelas, gak ada aturannya 'MAS' bisa perbaikan lagi", gila sumpah kaya masuk neraka, nabi Muhammad aja masih mau bantu umat-umatnya yang masuk neraka supaya di ampuni, lah ini yang sama-sama manusia gak ada jiwa pri-kemanusiaannya asli gw kecewa berat sama tu dosen kenapa bisa dapet nilai 'E' yang bagi gw tuh bener-bener musibah, asal tau aja gw udah tinggal satu semester lagi lulus dan damn gw harus dapet nilai 'E' di penghujung semester gw ini aparasanya coba, apa gk kepikiran coba!!! yang harusnya dikit lagi gw ngebahagiain orang tua gw harus kembali nyusahin dan bikin lemes orang tua gw dengan "SATU MATA KULIAH DAPET 'E'.
Sabtu, 28 April 2012
Manusia dan Pandangan Hidup
Manusia
dan Pandangan Hidup
Setiap
manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati karena
ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau
pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia.
Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan
pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Dengan demikian pandangan
hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja,
melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil
pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh
akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar itu manusia menerima hasil
pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut
pandangan hidup. Pandangan hidup berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam
:
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
2. Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatu Negara
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
2. Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatu Negara
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan
hidup yang relatif kebenarannya.
Apabila pandangan hidup itu diterima oleh
sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka panandangan hidup itu
disebut ideology. Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsure-unsur yaitu :
cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. CIta-cita ialah apa yang
diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang
hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia
makmur, bahagia, damai, tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang
dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan
akal, kemampuan jasmana, dan kepercayaan kepada Tuhan.
Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yagn sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.. Sebagai mahluk pribadi, manuda dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik dan buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan didalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku. Jadi suara hati dapat merupakan hakin untuk diri sendiri.
Suara hati selalu memilik yang baik, sebab itu ia selalu mendesak orang untuk berbuat yang baik bagi dirinya. Oleh karena itu, kalau seseorang berbuat sesuatu sesuai dengan bisikan hatinya, maka orang tersebut perbuatannya pasti baik. Jadi berbuat dan bertindak menurut suara hati, maka tindakan itu adalah baik. Jadi baik atau buruk itu dilihat menurut suara hati sendiri. Meskipun demikian harus dinilai dan diukur menurut suatu atau pendapat umum. Jadi kebajikan adalah perbuatan yang sesuai dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya, karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri, sehingga tingkah laku setiap orang berbeda-beda. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku seseorang adalah: factor pembawaan, factor lingkungan dan pengalaman.
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yagn sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.. Sebagai mahluk pribadi, manuda dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik dan buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan didalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku. Jadi suara hati dapat merupakan hakin untuk diri sendiri.
Suara hati selalu memilik yang baik, sebab itu ia selalu mendesak orang untuk berbuat yang baik bagi dirinya. Oleh karena itu, kalau seseorang berbuat sesuatu sesuai dengan bisikan hatinya, maka orang tersebut perbuatannya pasti baik. Jadi berbuat dan bertindak menurut suara hati, maka tindakan itu adalah baik. Jadi baik atau buruk itu dilihat menurut suara hati sendiri. Meskipun demikian harus dinilai dan diukur menurut suatu atau pendapat umum. Jadi kebajikan adalah perbuatan yang sesuai dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya, karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri, sehingga tingkah laku setiap orang berbeda-beda. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku seseorang adalah: factor pembawaan, factor lingkungan dan pengalaman.
Usaha/perjuangan
Usaha /perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun denan tenaga/jasmani, atau dengan kedua-duanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan, karena kemampuan terbatas timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya, keyakinan/kepercayaan.
Usaha /perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun denan tenaga/jasmani, atau dengan kedua-duanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan, karena kemampuan terbatas timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya, keyakinan/kepercayaan.
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar
pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun
Nasution, ada 3 aliran filsafat yaitu aliran naturalisme; hidup manusia itu
dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan
gaib itu dari nature, dan itu dari Tuhan. Tetapi yang tidak percaya pada Tuhan,
nature itulah yang tertinggi. Aliran naturalisme berisikan spekulasi mungkin
ada Tuhan mungkin juga tidak ada aliran intelektualisme; dasar aliran ini
adalah logika/akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir,
mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan
kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan piker (akal)
kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses. Dengan akal diciptakan teknologi,
teknologi adalah alat Bantu mencapai kebajikan yang maksimal, walaupun mungkin
teknologi memberi akibat yang bertentangan dengan akal. Apabila aliran ini
dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari
akal. Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima
akal.Benar menurut akal itulah yang baik. Manusia yakin bahwa kebajikan hanya dapat
diperoleh dengan akal (ilmu dan teknologi). Pandangan hidup ini disebut
liberalisme. Kebebasan akal menimbulkan kebebasan bertingkah laku dan berbuat,
walaupun tingkah laku dan perbuatannya itu bertentangan dengan hati nurani.
Kebebasan akal lebih ditekankan pada setiap individu. Karena itu individu yang
berakal (berilmu dan berteknologi) dapat menguasai individu yang berpikir
rendah (bodoh) aliran gabungan. Dasar aliran ini idalah kekuatan gaib dan juga
akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya
Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang
menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan akal, baik
sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani). Jadi apa yang benar
menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nurani. Apabial aliran
ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbil dua kemungkinan
pandangan hidup. Apabila keyakinan lebih berat didasarkan pada logika berpikir,
sedangkan hati nurani dinomorduakan, kekuatan gaib dari Tuhan diakui adanya
tetapi tidak menentukan, dan logika berpikir tidak ditekankan pada logika
berpikir individu, melainkan logika berpikir kolektif (masyarakat), pandangan
hidup ini disebut sosialisme. Apabila dasar keyakinan itu kekuatan gaib dari
Tuhan dan akal, kedua-duanya mendasari keyakinan secara berimbang, akan dalam
arti baik sebagia logika berpikir maupun sebagai daya rasa (hati nurani),
logika berpikir baik secara individual maupun secara kolektif panangan hidup ini
disebut sosialisme-religius. Kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan
menurut logika berpikir dan dapat diterima oleh hati nurani, semuanya itu
berkat karunia Tuhan.
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
A.
Pengertian Tanggung Jawab
Setiap manusia harus mempunyai rasa tanggung jawab,
dimana rasa tanggung jawab itu harus disesuaikan dengan apa yang telah kita
lakukan.Arti dari tanggung jawab menurut kamus bahasa indonesia adalah keadaan
wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus
umum bahasa indonesia adalah berkewajiban memikul,menanggung segala
sesuatunya,dan menanggung segala akibatnya.
Tanggung jawab adalah
kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun
yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan
kesadaran akan kewajiban. Tanggung jawab itu bersifat kodrati,artinya sudah
menjadi bagian hidup dari manusia bahwa setiap manusia dibebani dengan tangung
jawab. Apabila di kaji tanggung jawab itu adalah kewajiban yang harus di pikul
sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat.
Tanggung jawab adalah
ciri manusia yang beradab. Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari
akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain
memerlukan pengadilan atau pengorbanan.
B. Macam-Macam
Tanggung Jawab
Manusia berjuang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan
adapun untuk kebutuhan orang lain. Dalam usahanya setiap manusia menyadari
bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan dan membantunya yaitu kekuasaan
tuhan.Dengan demikian tanggung jawab itu dapat di bedakan menurut keadaan
manusia atau hubungan yang dibuat nya. Berikut ini merupakan beberapa jenis
tanggung jawab, yaitu :
1. Tanggung Jawab
Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap
diri sendiri itu menuntut kesadaran akan diri kita untuk memenuhi kewajiban
sendiri dan mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
Apa yang telah kita
lakukan harus menerima resikonya sendiri.
2. Tanggung Jawab
Terhadap Keluarga
Keluarga merupakan
masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada
keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung
jawab juga merupakan kesejaterahaan ,keselamatan,pendidikan dan kehidupan.
Sebagai anggota keluarga kita harus saling menjaga nama baik keluarga dengan
sikap dan perbuatan yang kita lakukan di dalam kehidupan bermasyarakat.
3. Tanggung Jawab
Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusia
tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain karena manusia kedudukannya sebagai
makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain maka kita harus berkomunikasi
dengan manusia lain tersebut. Berinteraksi didalam suatu kehidupan masyarakat
sangat dibutuhkan karena itu bisa membuat kita saling mengenal satu dengan yang
lainnya.
4. Tanggung Jawab
Kepada Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi
bahwa tiap manusia, tiap individu adalah suatu warga negara. Dalam berpikir,
berbuat, bertindak, dan bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma yang
di buat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila
perbuatan manusia itu salah maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara atas
apa yang telah ia perbuat. Kita harus menjaga nama baik bangsa dan negara kita
sendiri dengan prestasi-prestasi anak bangsa.
5. Tanggung Jawab
Terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan
manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi
kehidupan manusia agar tanggung jawab langsung terhadap tuhan. Sehingga tindakan
manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman tuhan yang dituangkan dalam
berbagai kitab suci melalui berbagai macam jenis agama. Menerima hukuman di
akhirat nanti atas apa yang telah kita lakukan selama hidup didunia ini.
C. Pengabdian
Dan Pengorbanan
Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan
pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan
manusia itu sendiri.
1. Pengabdian
Pengabdian adalah
perbuatan baik yang berupa pikiran dan pendapat sebagai perwujudan kesetiaan,
atau suatu kesetiaan yang di lakukan dengan ikhlas.
Pengabdian itu ada
hakekatnya yaitu rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras seharian
penuh itu untuk mencukupi kebutuhannya. Lain halnya jika kita hanya membantu
teman dalam kesulitan mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi
hanya sebuah bantuan saja.
2. Pengorbanan
Pengorbanan berasal
dari kata korban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti
pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat
kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengharapkan suatu imbalan
maupun pamrih dari orang lain.
D. Perbedaan
Pengabdian Dan Pengorbanan
Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengorbanan
tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanannya. Antara
sesama kawan sulit di katakannya pengabdian, karena kata pengabdian mengandung
arti lebih rendah tingkatnya, tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga
diterapkan kepada sesama teman.
Pengorbanan merupakan
akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa bentuk harta benda, pikiran,
perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya.
Pengabdian lebih banyak
menunjukan kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjukan
kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran ,perasaan, tenaga, biaya, dan
waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut suatu pengorbanan, tetapi pengorbanan
belum tentu menuntut suatu pengabdian.
MANUSIA DAN KEINDAHAN
Menurut ilmu filsafat seni manusia
adalah makhluk pemuja keindahan. lewat panca indera manusia dapat menikmati
keindahan dan setiap saat tak dapat berpisah dengannya, serta berupaya
untuk dapat menikmatinya dalam waktu yang lama. Kalau tidak dapat memperolehnya
manusia mencari kian kemari agar dapat menemukan dan memuaskan rasa dahaga akan
keindahan.
Manusia
setiap waktu memperindah diri, pakaian, rumah, kendaraan dan sebagainya agar
segalanya tampak mempesona dan menyenangkan bagi yang melihatnya. Semua ini
menunjukkan betapa manusia sangat gandrung dan mencintai keindahan. Seolah-olah
keindahan termasuk konsumsi vital bagi indera manusia. Tampaknya kerelaan orang
mengeluarkan dana yang relatif banyak untuk keindahan dan menguras tenaga serta
harta untuk menikmatinya, seperti bertamasya ke tempat yang jauh bahkan
berbahaya, hal ini semakin mengesankan betapa besar fungsi dan arti keindahan
bagi seseorang. Agaknya semakin tinggi pengetahuan, kian besar perhatian dan
minat untuk menghargai keindahan dan juga semakin selektif untuk menilai dan
apa yang harus dikeluarkan untuk menghargainya, dan ini merupakan kebanggaan
tersendiri bagi orang yang dapat menghayati keindahan.
Hakekat dari
Keindahan
Keindahan
adalah susunlah kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal
kulitas yang paling disebut adalah kesatuan (unity) keselarasan (harmony)
kesetangkupan (symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast).
Herbet Read
merumuskan bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang
terdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi manusia.
Filsuf abad
pertengahan Thomas Amuinos mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang
menyenangkan bilamana dilihat.
Menurut
luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Keindahan
dalam arti luas
Keindahan
dalam arti luas menurut para ahli, yaitu :
a. Menurut
The Liang Gie keindahan adalah ide kebaikan
b. Menurut
Pluto watak yang indah dan hukum yang indah
c. Menurut
Aristoteles keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan
2. Keindahan
dalam arti estetik murni
Yaitu
pengalaman estetik seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang
diserapnya.
3. Keindahan
dalam arti terbatas
Yaitu yang
menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan yakni berupa
keindahan bentuk dan warna
Cinta sangat
kuat sekali dalam membangkitkan daya kreativitas para seniman unutk menciptakan
keindahan bagi para seniman untuk menciptakan keindahan bagi para seniman
kreativitas itu hipotesisnya abstrak. Seperti yang dikemukakan oleh Keatas
keindahan adalah konsep yang baru dapat berkomunikasi setelah mempunyai bentuk.
Konsep itu sendiri abstrak dan kabur dia ada akan tetapi tidak dapat berbicara
dengan seniman sebelum ada imajinasi yang menghubungkan seniman itu dengan
konsepnya sendiri setelah konsepnya terbentuk, barulah konsep keindahan seniman
berdialog dengan pembaca, seperti gesang pada waktu bermain-main di Bangawan
Solo ia heran sungai yang airnya tak seberapa itu pada waktu banjir sangat
mengerikan orang yang melihatnya ia merenung ia memperoleh konsep keindahan
setelah konsep itu diberi bentuk ialah lagu “Bengawan Solo” maka barulah dapat
berkomunikasi
Dalam proses
jiwa seniman pada waktu merenung dalam rangka menciptakan keindahan menurut
Koats selalu diliputi rasa ragu-ragu, takut ketidak tentuan, misterius
(negative capability), justru seniman yang tidak memiliki kemampuan negative
tidak mampu menciptakan keindahan, kemampuan negative ini identik dengan proses
mencari (ialah mencari keindahan) karena yang bersangkutan merasa belum puas
atas keindahan yang telah diciptakannya.
Kontemplasi
adalah suatu proses bermeditasi merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam
untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil
penciptaan. Dalam kehidupan sehari-hari orang mungkin berkontemplasi dengan
dirinya sendiri atau mungkin juga dengan benda-benda ciptaan Tuhan atau dengan
peristiwa kehidupan tertentu berkenaan dengan dirinya atau di luar dirinya.
Di kalangan
umum kontemplasi diartikan sebagai aktivitas melihat dengan mata atau dengan
pikiran untuk mencari suatu dibalik yang tampak atau tersurat misalnya, dalam
ekspresi : seseorang sedang berkontemplasi dengan bayang-bayang atau dirinya
dimuka cermin.
Seorang
filosuf bernama Jac Ques Maritain mengatakan bahwa seni itu memberi kesempatan
yang mustahil kepada manusia untuk berpacu dengan kontemplasi, yang akan
menghasilkan suatu kegembiraan spiritual yang malampaui batas setiap jenis
kegembiraan yang lain.
Keindahan
adalah identik dengan kebenaran, keindahan adalah kebenaran dan kebenaran
adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai
daya tarik yang selalu bertambah yang tidak mengandung kebenaran tidak indah.
Ada dua
nilai terpenting dalam keindahan
1. Nilai
ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu
hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.
2. Nilai
intrinsik adalah sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan
tujuan dari sifat baik tersebut, contohnya pesan yang akan disampaikan dalam
suatu tarian.
Teori
estetika keindahan adalah Jean M. Filo dalam bukunya “Current Concepts of Art”
dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1. Kelompok
yang berpendapat bahwa keindahan itu subjektif adanya yakni karena manusianya
menciptakan penilaian indah dan kurang indah dalam pikirannya sendiri.
Barangkali pernah juga kita dengar pepatah “Des Gustibus Non Est Disputandum”
selera keindahan tak bisa diperdebatkan.
2. Kelompok
yang berpendapat bahwa keindahan objektif adanya, yakni karena keindahan itu
merupakan nilai yang intrinsik ada pada suatu objek, artinya seekor kupu-kupu
memang lebih indah dari pada seekor lalat hijau.
3. Kelompok
yang berpendapat bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara yang subjektif
dan yang objektif, artinya kualitas keindahan itu baru ada apabila terjadi
pertemuan antara subjek manusia dan objek substansi. Ada tiga hal yang nyata
ketika seseorang menyatakan bahwa sesuatu itu indah, apabila ada keutuhan
(Integrity) ada keselarasan (Harmony) serta kejelasan (Clearity) pada objek
tersebut. Ini biasanya disebut sebagai hukum keindahan. C Wyatt meneliti
alasan-alasan yang biasa diberikan orang apabila mereka mengatakan sesuatu itu
indah, dan ia menemukan bahwa banyak sekali orang menganggap sesuatu itu indah
karena menyebabkan ia bersosialisasi pada suatu yang pernah mengharukannya
dahulu, harapan-harapannya dan seterusnya. Ia menganggap alasan-alasan ini
sebagai alasan-alasan non estetik
Ilmu Budaya Dasar (Manusia dan Keadilan)
Ilmu
Budaya Dasar (Manusia dan Keadilan)
Pengertian Keadilan
Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia, kata adil berarti tidak berat sebelah atau tidak memihak atau
sewenang-wenang, sehingga keadilan mengandung pengertian sebagai suatu hal yang
tidak berat sebelah atau tidak memihak atau sewenang-wenang.
Keadilan adalah
pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Jika kita
mengakui hak hidup kita, maka sebaliknya kita wajib mempertahankan hak hidup
denganbekerja keras tanpa merugikan orang lai. Halm ini disebabkan olerh karena
orang lain pun mempunyai hak hidup seperti kita. Jika kita pun mengakui hak
hidup orang lain, kita wajib memberikan kesempatan kepada orang lain untuk
mempertahankan hak hidupmereka sendiri.jadi, keadilan pada pokoknya terletak
pada keseimbanganatau keharmonisan antara menuntut hak, dan menjalankan
kewajiban.
Dalam bukunya M.
Munandar sulaiman, menyatakan pengertian keadilan menurut beberapa teori antara
lain :
·
Menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan
diartiaka sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak
dan terlalu sedikit.
·
Menurut Plato merupakan proyeksi pada diri manusia sehingga orang yang
dikatakan adil adalah orang yang mengendalika diri dan perasaanya dikendalikan
oleh akal
·
Menurut Socrates merupakn proyeksi pada pemerintah karena pemerintah adaklah
pimpinan pokok yang menetukan dinamika masyarakat
Pada umumnya keadilan
adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Atau
dengan kata lain adalah keaadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi
haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan kita bersama.
1.
Kejujuran
Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia berarti kelurusan hati atau ketulusan hati, yang maksudnya ati
dan perasaan yang ada pada diri manusia memiliki nilai yang baik. Menurut M.
Alamsyah (1986: 83) dalam bukunya Budi Nurani, Filsafat Berfikir,
menyatakan bahwa kejujuran sangat erat hubungannya dengan masalah nurani.
Menurutnya nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia.
Kejujuran berarti apa
yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nurani. Jujur juga berarti
seseorang bersih hati dari perbuatan- perbuatan yang dilarang oleh agama dan
hokum, jujur berati pula menepati janji , baik yan telah terlahir dalam
kata-kata maupun yang masih didalam hati (niat). jadi seseorang yang tidak
menepati niat mendustai dirinya sendiri.
Pada hakikatnya
kejujuran dialandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, kesadaran pengakuan akan
adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahn atau dosa.
Berbagi macam hal yang menyebabkan orang berbuat tidak jujur. Mukin karena
tidak rela atau pengauh linkungan, karena social ekonomi, atau karena niat-niat
yang lainnya. Berbagai cara dan sikap seseorang mempertahankan kejujuran.
2.
Pemulihan Nama Baik
Pemulihan nama baik
berarti mengembalikan nama baik seseorang yang semula dinilai tidak baik. Dalam
pemerintahan dikenal rehabilitasi martabat, yaitu pemulihan martabat
dalam nama baik, disertai atau tidak disertai ganti rugi. Disinilah manusia
mempunyai letak kelebihan dari pada makluk yang lain yaitu memiliki nama yang
biasa baik, tetapi juga bis tidak baik, sehingga martabatnya sebagai makhluk
tertinggi dapat ditentukan. Tinggi atau rendah.
Dalam pemerintahan
seseorang ingin mengembalikan nama baik melalui beberapa proses yaitu harus
memperoleh rehabilitasi, grasi, amnesty, dan abolish. Pada kehidupan
selanjutnya tergantung pada orang itu sendiri, bagaimna ia dapat menyesuaikan
dirinya dengan kehidupan masyarakat.
Pengambialn nama baik
seseorang tidak hanya cukup secara yuridis-formal, tetapi juga perlu diikuti
dengan situasi yang sifatnya etis-sosial yaitu bahwa seseorang yang memperoleh
pengambilan nama baik perlu kembali memperoleh tempat yang layak dan perlu
memperoleh perlakuan yang sewajarnya dalam masyarakat.
Sebenarnya nama baik
merupakan tujuan utama orang hidup, sehinga seseorang berusaha menjaga dengan hati-hati
agar namanya tetap baik. Yang pada hakikatnya sesuai dengan kodrat manusia.
3.
Pembalasan
Pembalasan berasal dari
kata balas yang artinya cara atau perbuatan yang bertujuan untuk memulangkan
kembali apa yang pernah dikenakan kepadanya baik melalui hal yang positif dan
negative, hal yang positif biasanya cenderung berupa pujian/ sanjungan,
imbalan, penghargaan. Lain halnya dengan yang negatifyang lebih cenderung pada
hukuman yang biasanya dijatuhkan kepada mereka yang dinilai salah menurut
mereka. Pembalasan merupakan sebuah reaksi atau perbuatan oranng lain, reaksi
itu bias berupa perbuatan yang serupa atau yang seimbang.
Berdasarkan
ketentuan-ketentuan pembalasan yang positif atau pun negative itu merupakan
produk manusia yang sifatnya tidak abadi karena ketentuan atau hokum tersebut
dapat diubah sesuai dngan kebutuhan manusia pada sewaktu-waktu. Pebalasan bias
terjadi karena adanya pergaulan, pergaulan yang sahabat mendapat balasan yang
bersahabat, sebaliknya pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasn yang
tidak bersahabat pula.
Langganan:
Postingan (Atom)
